Presiden Prabowo Subianto menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bukti nyata kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama bagi kelompok rentan.
Bonus demografi tidak akan membawa dampak jika tidak dibarengi dengan kualitas SDM yang memadai. MBG meupakan upaya konkret untuk menjawab persoalan gizi nasional.
Kepala BGN Dadan Hindayana menyatakan penghentian sementara ini dilakukan terhadap SPPG yang belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) atau belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Dadan mengungkapkan harga pasaran motor listrik berada di angka Rp52 juta per unit. Sedangkan pihaknya mendapat harga yang lebih rendah yakni Rp42 juta.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyatakan Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap diberikan menyesuaikan jumlah hari kehadiran siswa di sekolah dan berhenti disalurkan apabila libur.