Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau para pelaku jasa pelayaran dan nelayan untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi hingga empat meter di sejumlah perairan Indonesia yang berisiko terhadap keselamatan pelayaran pada 4-7 Mei 2026.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari laman resmi BMKG, gelombang tinggi dengan ketinggian bervariasi diperkirakan terjadi di beberapa wilayah, termasuk Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.
Orang-orang memegang poster di depan Trafalgar Square dalam aksi unjuk rasa menentang serangan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran di pusat kota London, Inggris, pada 21 Maret 2026. (Carapandang/Xinhua/Li Ying)
Gelombang panas parah melanda sebagian besar wilayah barat Amerika Serikat (AS) pada pekan ini, mencetak rekor suhu harian dan berpotensi memecahkan rekor untuk Maret, menurut Badan Cuaca Nasional (National Weather Service/NWS) AS.
Kepala Terminal Bus Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sandi memprediksi puncak arus mudik Lebaran di terminal bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) terjadi dua gelombang.
Banjir disinformasi dan hoax memenuhi lini media sosial, mulai dari ancaman terhadap Indonesia, video ledakan palsu hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI), hingga kabar tentang pasukan China dan Rusia yang disebut "turun gunung" membantu Iran secara militer.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menyatakan posisi siklon ini berada di wilayah pemantauan Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta, tepatnya di Samudera Hindia sebelah selatan Nusa Tenggara Timur.
Otoritas pengadilan Iran membantah laporan mengenai adanya vonis mati yang dijatuhkan kepada individu yang terlibat dalam unjuk rasa besar-besaran di negara tersebut, demikian laporan media nasional IRIB, Kamis.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi hingga mencapai enam meter di sejumlah perairan Indonesia, termasuk di wilayah Laut Natuna Utara.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi yang berpeluang terjadi di sejumlah wilayah perairan Indonesia pada periode 23-26 Desember 2025.
Penghapusan dan pembatasan yang dimulai sejak Oktober lalu menargetkan lebih dari 50 organisasi di seluruh dunia, termasuk di Eropa, Amerika Latin, Asia, dan Timur Tengah.