Tekanan terhadap nilai tukar rupiah terus berlanjut. Pada perdagangan Rabu (3/6/2026), rupiah tercatat menyentuh level Rp 17.926 per dolar Amerika Serikat, mendekati level psikologis Rp 18.000.
Presiden Prabowo Subianto mengklaim Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara saat ini telah mengelola aset senilai 1.000 miliar dolar AS atau setara sekitar Rp17.460 triliun.
Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mengatakan bahwa Washington telah menyita aset kripto milik Iran senilai sekitar hampir 500 juta dolar AS (Rp8,6 triliun).