Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengecam pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, yang menurutnya menempatkan Timur Tengah di ambang ketidakstabilan serius dan berkelanjutan.
Di usianya yang ke-86, kehidupan seorang ulama yang bermula dari kesederhanaan ini berakhir dengan cara yang paling kontroversial, meninggalkan bangsa yang terpolarisasi dan kawasan yang gamang.
Presiden Iran, ketua pengadilan, dan anggota Dewan Wali Iran akan menjalankan tugas Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei yang gugur dalam serangan Amerika Serikat dan Israel, Sabtu, kata Wakil Presiden Pertama Iran Mohammad Mokhber.
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan dengan latar belakang latihan militer Iran di Selat Hormuz dan pengerahan kekuatan militer AS yang semakin besar di kawasan Timur Tengah.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Minggu (18/1) memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei akan dianggap sebagai deklarasi "perang habis-habisan" terhadap bangsa Iran.
Ketegangan antara Israel dan Iran semakin memuncak. Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, secara terbuka menyerukan agar Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei "tidak boleh lagi dibiarkan hidup".