Berdasarkan laporan badan keamanan maritim perdagangan Inggris (UKMTO), sebuah kapal tanker dilaporkan ditembaki oleh dua kapal perang Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
Langkah ini diambil sebagai respons atas kelanjutan blokade laut yang diberlakukan Amerika Serikat, yang dinilai Teheran sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan melalui akun media sosial X pada Jumat (17/4) bahwa akses melalui jalur air strategis tersebut sepenuhnya bergantung pada izin dari Iran.
Inggris dan Prancis akan memimpin misi militer internasional untuk memastikan kebebasan navigasi di Selat Hormuz segera setelah "kondisi memungkinkan," kata Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pada Jumat (17/4).
Kebijakan ini berlaku menyusul kesepakatan gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Lebanon yang mulai berlaku Jumat dini hari waktu setempat.
Foto yang dirilis pada 21 Juli 2019 ini menunjukkan kapal tanker minyak Inggris "Stena Impero" dikelilingi oleh speedboat Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran di Selat Hormuz, Iran. (Carapandang/Xinhua/ISNA/Morteza Akhoundi)
Harga minyak global melonjak 8 persen setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan ancaman blokade Selat Hormuz, dengan harga minyak mentah Brent mencapai 102 dolar AS (Rp1,7 juta) per barel, menurut data perdagangan.
Krisis harga energi di Uni Eropa (UE) belum akan berakhir dalam waktu dekat karena sekitar 8,5 persen impor gas alam cair (LNG) dan 40 persen bahan bakar jet dan diesel untuk kebutuhan UE melewati Selat Hormuz.