Meutya Hafid menegaskan bahwa transformasi digital sejati bukan hanya soal teknologi baru, tetapi tentang manusia dan kesempatan yang lebih adil bagi semua
tahun pertama menjadi masa meletakkan fondasi besar dimulai dari konsolidasi data nasional, penataan bantuan sosial, hingga lahirnya program inovatif seperti Sekolah Rakyat
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meminta pemerintah untuk melakukan transformasi pendidikan agar mengoptimalkan serapan tenaga kerja di tanah air, mengingat ada 842 ribu lulusan perguruan tinggi yang belum memiliki pekerjaan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menekankan transformasi Jakarta menuju kota global tidak hanya didukung oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga investasi besar dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Ketua DPR RI Puan Maharani menilai langkah pemerintah dalam mendorong transformasi digital di sektor pendidikan merupakan upaya memperkuat sistem pendidikan nasional
Meutya Hafid menggandeng mitra strategis internasional, termasuk program kerja sama bilateral Indonesia–Australia (Prospera), untuk mempercepat transformasi digital nasional
Memasuki tahun ajaran baru 2025/2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah resmi meluncurkan program MPLS Ramah, sebuah transformasi dari Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah yang selama ini kerap dikaitkan dengan praktik perpeloncoan.
Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) berupaya mempercepat transformasi digital yang inklusif melalui kolaborasi dengan perusahaan teknologi global (global-tech).
Melalui kolaborasi dengan perusahaan teknologi global (Global-Tech), Kementerian Komunikasi dan Digital menargetkan dapat memperbanyak pusat riset dan pengembangan (R&D) di Tanah Air
Sekolah Garuda Transformasi sendiri bertujuan meningkatkan kualitas SMA dan MA agar mampu bersaing di tingkat global. Fokus utama programnya sendiri adalah bidang sains dan teknologi serta pengembangan sumber daya manusia.