Seorang anggota pasukan keamanan dan penyelamatan Israel bekerja di lokasi tempat rudal balistik yang diluncurkan dari Iran menghantam dan menyebabkan kerusakan di Tel Aviv, Israel, pada 1 Maret 2026 dini hari waktu setempat. (Carapandang/Xinhua/JINI/Gideon Markowicz)
Sejumlah senator Partai Demokrat Amerika Serikat (AS), Senin (9/3), menyerukan penyelidikan terhadap serangan yang menghantam sebuah sekolah perempuan di kota Minab, Iran.
Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan sesaat setelah tengah malam waktu setempat, Majelis Ahli yang beranggotakan 88 ulama terkemuka itu mengumumkan penunjukan Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai pemimpin ketiga dalam sejarah Iran sejak revolusi 1979.
Para pekerja medis berpartisipasi dalam unjuk rasa di depan sebuah rumah sakit yang rusak akibat serangan Amerika Serikat-Israel, di Teheran, Iran, pada 7 Maret 2026. (Xinhua/Shadati)
Banjir disinformasi dan hoax memenuhi lini media sosial, mulai dari ancaman terhadap Indonesia, video ledakan palsu hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI), hingga kabar tentang pasukan China dan Rusia yang disebut "turun gunung" membantu Iran secara militer.
Angka tersebut muncul dari pembekuan aktivitas ekonomi nasional menyusul instruksi ketat Komando Front Dalam Negeri Israel (IDF) yang memberlakukan status "merah" melarang aktivitas perkantoran, menutup lembaga pendidikan, dan membatasi mobilitas warga hanya untuk layanan esensial.
Kenaikan harga ini memicu kekhawatiran baru akan terjadinya inflasi global yang berkepanjangan dan ancaman stagflasi, terutama setelah data ketenagakerjaan AS dirilis lebih lemah dari perkiraan.
Dalam pidato yang disiarkan televisi pemerintah pada Sabtu, ia juga mengumumkan penghentian serangan tersebut kecuali jika ada agresi yang berasal dari negara-negara tersebut.
Kementerian Luar Negeri China enggan menjelaskan lebih lanjut mengenai bentuk dukungan lain yang diberikan negara tersebut kepada Iran pasca serangan Amerika Serikat dan Israel.
Formasi pengawal bendera terbang melintasi Lapangan Tian'anmen dalam sebuah pertemuan akbar untuk memperingati 80 tahun kemenangan dalam Perang Perlawanan Rakyat China Melawan Agresi Jepang dan Perang Antifasis Dunia di Beijing, ibu kota China, pada 3 September 2025. (Xinhua/Zhang Tao)