Gelombang I: Pemberangkatan dari Makkah melalui Bandara Jeddah berlangsung pada 1 Juni hingga 15 Juni 2026. Sebanyak 17 kloter dijadwalkan terbang pada hari pertama.
Gelombang II: Jemaah bergerak terlebih dahulu dari Makkah ke Madinah mulai 7 Juni 2026, kemudian diterbangkan pulang melalui Bandara Madinah pada 16 Juni hingga 30 Juni 2026.
Seluruh proses kepulangan jemaah haji Indonesia direncanakan berakhir pada 1 Juli 2026, dengan tibanya kloter terakhir di Tanah Air.
PPIH Arab Saudi menyiapkan sejumlah mitigasi operasional, termasuk antisipasi bagi jemaah yang sedang sakit maupun yang belum melaksanakan tawaf wada . Potensi perubahan jadwal di lapangan dipastikan tidak melebihi 20 persen.
Jemaah diimbau untuk merapikan barang bawaan, mematuhi batas berat koper, serta tidak menyelipkan air zamzam di dalam bagasi.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama pelaksanaan operasional haji dan menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh.
"Ia, 1 Juni (2026) pulang 17 kloter. Tiba 7 kloter," pungkas Hasan Afandi memastikan kesiapan operasional pemulangan.