Kendati demikian, ada realitas yang tak bisa diabaikan. Dalam wilayah konflik aktif, risiko tidak pernah tunduk pada niat baik semata. Oleh karena itu, ke depan Indonesia perlu memastikan bahwa setiap prajurit TNI yang dikirim dalam misi perdamaian benar-benar dibekali perlindungan optimal, sistem keamanan yang adaptif, serta dukungan logistik dan intelijen yang memadai.
Komitmen terhadap perdamaian tidak boleh berhenti pada keberanian Indonesia untuk terlibat dalam misi penjaga perdamaian di wilayah konflik, tetapi juga harus diiringi keseriusan dalam menjamin keselamatan setiap prajurit yang bertugas di garis depan. Negara tidak hanya dituntut untuk berperan di panggung global, tetapi juga bertanggung jawab penuh atas keselamatan setiap warganya.
Bagaimanapun, dalam setiap misi perdamaian, yang dipertaruhkan bukan sekadar reputasi internasional, melainkan nyawa manusia. Dan di titik itulah, idealisme harus berdiri berdampingan dengan kewaspadaan, agar pengabdian yang kita berikan tidak lagi berujung pada korban jiwa yang seharusnya dapat dihindarkan.