Beranda Kesehatan Kurang Tidur Dikaitkan Dengan Risiko Stroke Ringan

Kurang Tidur Dikaitkan Dengan Risiko Stroke Ringan

Dokter ahli neurologi menyampaikan bahwa kurang tidur termasuk faktor risiko masalah neurologis dan kardiovaskular yang sering diabaikan.

0
istimewa

CARAPANDANG.COM- Dokter ahli neurologi menyampaikan bahwa kurang tidur termasuk faktor risiko masalah neurologis dan kardiovaskular yang sering diabaikan.

Sebagaimana dikutip dalam siaran Times of India pada Kamis (29/5), dokter ahli neurologi Chandana R Gowda mengatakan bahwa salah satu kondisi yang dikaitkan dengan gaya hidup ini adalah Transient Ischemic Attack (TIA) atau stroke ringan.

TIA terjadi ketika aliran darah ke sebagian otak terblokir sementara. Gejalanya bisa berupa mati rasa atau kelemahan mendadak kadang dalam hitungan menit di satu sisi tubuh, kesulitan bicara, penglihatan kabur, serta kebingungan beberapa menit.

Meskipun bisa dengan cepat menghilang, gejala-gejala ini secara medis signifikan karena merupakan tanda peringatan stroke pada masa mendatang.

Gowda menjelaskan bahwa ketika tidur terganggu secara konsisten, tubuh akan terus mengalami peningkatan hormon stres, fluktuasi tekanan darah, peningkatan peradangan, dan regulasi metabolisme yang buruk.

Semua itu dapat meningkatkan risiko TIA, dan pada akhirnya stroke.​​​​​​​

Kurang tidur kronis juga dihubungkan dengan hipertensi, obesitas, diabetes, dan penyakit kardiovaskular, yang semuanya merupakan kontributor utama risiko stroke.

Begadang biasanya juga memicu reaksi berantai. Orang yang kurang tidur sering mengonsumsi lebih banyak kafein, kurang bergerak pada siang hari, mengonsumsi makanan olahan pada malam hari, dan punya tingkat stres lebih tinggi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here