Dari sisi performa, truk ini menggunakan tiga motor listrik independen yang menghasilkan tenaga hingga 1.072 horsepower. Performanya didukung oleh baterai sel 4680 yang juga diproduksi di fasilitas yang sama, sehingga mempercepat proses distribusi dan efisiensi produksi.
Untuk mendukung operasional, Tesla mengembangkan infrastruktur pengisian daya khusus bernama Megacharger dengan daya hingga 1,2 megawatt.
Teknologi ini memungkinkan pengisian baterai dari kondisi hampir kosong hingga 60 persen dalam waktu sekitar 30 menit. Tesla telah membangun stasiun Megacharger di Ontario dan berencana memperluas jaringan pengisian baterai tersebut ke puluhan lokasi lain di Amerika Serikat.
Di pasar truk listrik, Tesla bersaing dengan sejumlah produsen lain seperti Volvo dan Daimler yang lebih dulu memasarkan kendaraan serupa. Meski demikian, Tesla mengandalkan keunggulan jarak tempuh dan efisiensi biaya untuk menarik minat pelaku industri logistik.
Permintaan terhadap Tesla Semi juga disebut cukup tinggi. Di negara bagian California, program insentif kendaraan ramah lingkungan mencatat ratusan pengajuan pembelian truk tersebut dalam periode 2025 hingga 2026, melampaui jumlah untuk merek lain.
Tesla menargetkan produksi Semi hingga 50.000 unit truk per tahun, meski sejumlah analis memperkirakan realisasi produksi pada 2026 kemungkinan berada di kisaran 5.000 hingga 15.000 unit.