CARAPANDANG - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Raja Inggris Charles III kemungkinan akan mendukung Amerika Serikat dalam operasi militernya terhadap Iran. Pernyataan itu disampaikan Trump kepada wartawan di Gedung Putih pada Rabu (29/4/2026).
“Jika itu terserah Raja Charles, dia mungkin akan membantu kami melawan Iran,” ujar Trump sebagaimana dilansir ANTARA.
Presiden AS tersebut juga menambahkan bahwa Raja Charles III akan mengikuti saran AS terkait Ukraina.
Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan yang masih berlangsung antara AS dan Iran pasca konflik militer yang meletus pada 28 Februari 2026.
Sebelumnya, pada Selasa (28/4/2026), Trump juga menyampaikan pernyataan serupa dalam jamuan makan malam kenegaraan yang digelar untuk menghormati kunjungan Raja Charles III dan Ratu Camilla ke Gedung Putih.
Dalam pidatonya, Trump mengklaim bahwa sang raja memiliki pandangan yang sama dengannya mengenai pencegahan Iran memiliki senjata nuklir.
"Kita telah mengalahkan lawan tertentu itu secara militer, dan kita tidak akan pernah membiarkan lawan itu, Charles lebih setuju dengan saya daripada saya sendiri – kita tidak akan pernah membiarkan lawan itu memiliki senjata nuklir," kata Trump dalam pidatonya.
Menanggapi pernyataan kontroversial tersebut, juru bicara Istana Buckingham memberikan klarifikasi yang sangat langka terkait posisi sang raja mengenai perang Iran.