Gencatan senjata kemudian diumumkan pada 8 April 2026 melalui mediasi Pakistan, diikuti pembicaraan di Islamabad pada 11-12 April 2026, namun negosiasi berakhir tanpa kesepakatan.
Hingga saat ini, AS memberlakukan blokade maritim terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sebagai tanggapan atas apa yang disebut sebagai "penutupan de facto" Selat Hormuz oleh Iran.
Sementara itu, Iran dilaporkan telah mengajukan proposal de-eskalasi bertahap melalui Pakistan untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Pemerintah Inggris sendiri melalui Perdana Menteri Keir Starmer hingga kini belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan Trump yang melibatkan nama Raja Charles III.