Banjir disinformasi dan hoax memenuhi lini media sosial, mulai dari ancaman terhadap Indonesia, video ledakan palsu hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI), hingga kabar tentang pasukan China dan Rusia yang disebut "turun gunung" membantu Iran secara militer.
Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengajak negara-negara yang masuk dalam kategori "selatan global" (global south) untuk menjaga semangat multilateralisme.
Angka tersebut muncul dari pembekuan aktivitas ekonomi nasional menyusul instruksi ketat Komando Front Dalam Negeri Israel (IDF) yang memberlakukan status "merah" melarang aktivitas perkantoran, menutup lembaga pendidikan, dan membatasi mobilitas warga hanya untuk layanan esensial.
Dalam pidato yang disiarkan televisi pemerintah pada Sabtu, ia juga mengumumkan penghentian serangan tersebut kecuali jika ada agresi yang berasal dari negara-negara tersebut.
Para saksi mata melaporkan bahwa beberapa pesawat yang berada di landasan pacu ikut terbakar setelah serangkaian ledakan keras mengguncang ibu kota Iran.
Presiden Rusia Vladimir Putin pada Jumat (6/3) melakukan percakapan via telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, mendesak untuk segera menghentikan permusuhan di Timur Tengah, demikian disampaikan oleh Kremlin.
Kementerian Luar Negeri China enggan menjelaskan lebih lanjut mengenai bentuk dukungan lain yang diberikan negara tersebut kepada Iran pasca serangan Amerika Serikat dan Israel.
Dalam sepekan terakhir, China muncul sebagai hub transit alternatif utama bagi pelancong dari Asia dan Australia yang hendak terbang ke Eropa, seiring dengan lumpuhnya maskapai-maskapai Teluk.
Prancis akan memperkuat kerja sama dengan angkatan bersenjata Lebanon dan memasok mereka dengan kendaraan pengangkut personel lapis baja, kata Presiden Prancis Emmanuel Macron.