Beranda Internasional China Sesalkan Berakhirnya Perjanjian Pengendalian Nuklir AS-Rusia

China Sesalkan Berakhirnya Perjanjian Pengendalian Nuklir AS-Rusia

Pemerintah China menyesalkan berakhirnya perjanjian pengendalian senjata nuklir antara Amerika Serikat dan Rusia, yang dikenal sebagai New START, seraya menegaskan tidak berniat terikat dalam perjanjian sejenis.

0
istimewa

"China berharap AS akan secara aktif menanggapi usulan Rusia, mencari solusi yang bertanggung jawab atas berakhirnya perjanjian tersebut, dan melanjutkan dialog stabilitas strategis dengan Rusia sesegera mungkin. Inilah juga yang ingin dilihat dunia," kata Lin Jian melanjutkan.

Lin Jian menegaskan bahwa China mengikuti strategi nuklir defensif dan kebijakan "tidak menggunakan senjata nuklir lebih dahulu" dan berjanji tanpa syarat untuk tidak menggunakan atau mengancam dengan senjata nuklir terhadap negara-negara non-senjata nuklir dan zona bebas senjata nuklir.

"China mempertahankan kemampuan nuklirnya pada tingkat minimum yang dibutuhkan oleh keamanan nasional, dan tidak berniat untuk terlibat dalam perlombaan senjata dengan negara mana pun," kata Lin Jian.

China, ungkap Lin Jian, percaya bahwa perlucutan senjata nuklir harus mengikuti prinsip-prinsip "menjaga stabilitas strategis global" dan "keamanan yang tak berkurang untuk semua."

Perjanjian New START memberikan langkah-langkah transparansi untuk menghindari salah menilai niat masing-masing melalui transfer data, pemberitahuan dan inspeksi di lokasi.

New START merupakan kesepakatan dengan periode 10 tahun yang ditandatangani oleh Presiden AS saat itu, Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev pada 2010 dan mulai berlaku efektif mulai 5 Februari 2011.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here