Selanjutnya dia mengatakan bahwa seluruh petugas haji telah melalui proses pembinaan dan pelatihan intensif selama 20 hari di Diklat yang dikenal sebagai “barak”. Dia menjelaskan bahwa pelatihan itu dirancang untuk membangun kekompakan, disiplin, serta kesadaran akan tanggung jawab besar yang akan dipikul para petugas.
“Alhamdulillah bonding dan tim petugas haji telah dilatih maksimal selama 20 hari di ‘barak’. Mereka solid dan sadar akan memikul amanah berat nanti. Amanah dari Allah SWT, dari jamaah haji, dan dari negara,” tegasnya.
Namun demikian, Dahnil tidak menutup mata terhadap pelanggaran yang terjadi selama proses diklat. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 13 orang calon petugas haji terpaksa dicopot karena dinilai tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan.
“Sampai dengan hari ini, laporan terakhir dari tim kerja Diklat ‘barak’ PPIH 2026 telah dicopot 13 orang calon petugas haji yang tidak disiplin, tidak taat aturan, berbohong, dan memiliki sakit kronis,” ungkapnya.
Dia pun tegas mengatakan bahwa tidak ada ruang untuk perlakuan khusus dalam seleksi dan pembinaan petugas haji. Semua peserta diperlakukan setara tanpa pengecualian.
“Tidak boleh ada satu pun yang bisa minta diistimewakan. Semuanya sama dan diperlakukan sama,”tegasnya.
Dahnil: Petugas Haji Harus Dilandasi Pengabdian Bukan Untuk Kepentingan Pribadi
Seluruh petugas haji telah melalui proses pembinaan dan pelatihan intensif selama 20 hari di Diklat yang dikenal sebagai “barak”.