Beranda Kesehatan Dokter Kulit Ingatkan Risiko Infeksi dari Baju Bekas atau Thrifting

Dokter Kulit Ingatkan Risiko Infeksi dari Baju Bekas atau Thrifting

Dokter spesialis kulit dan kelamin dr. Fitria Agustina, Sp.KK, FINSDV, FAADV mengingatkan penggunaan baju bekas atau thrifting tanpa proses pembersihan yang benar dapat meningkatkan risiko gangguan kulit hingga penularan infeksi.

0
istimewa

Ia menambahkan mikroorganisme seperti jamur, tungau, dan kutu dapat bertahan di serat kain selama beberapa hari hingga berminggu-minggu, terutama bila pakaian dalam kondisi lembap dan tidak dibersihkan dengan baik.

Jamur dapat hidup di pakaian selama berhari hari hingga berminggu-minggu. Tungau penyebab skabies dapat bertahan sekitar dua sampai tiga hari di kain, sedangkan kutu dan telurnya juga bisa bertahan beberapa hari.

Dokter yang juga praktik di Klinik Utama Promec Pecenongan tersebut mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai tanda awal gangguan kulit setelah memakai baju thrifting seperti gatal menetap, ruam, bentol kecil, kulit bersisik, atau bercak melingkar. Jika keluhan tidak membaik atau meluas, masyarakat disarankan memeriksakan diri ke dokter.

Isu peredaran pakaian bekas impor juga menjadi perhatian pemerintah. Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza sebelumnya menyatakan impor pakaian bekas ilegal merugikan pasar dan menekan industri tekstil dalam negeri karena dijual jauh lebih murah dibanding produk lokal.

Dengan jumlah penduduk lebih dari 280 juta jiwa, belanja sandang nasional diperkirakan mencapai sekitar Rp10 triliun per bulan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here