CARAPANDANG – Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq menghimbau kepada masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan tawaran berangkat haji menggunakan visa non-resmi.
Menurutnya ini penting untuk diperhatikan sebab Pemerintah Arab Saudi berencana akan memperketat pengamanan hingga delapan lapis pada penyelenggaraan haji 2026.
“Kami berulang kali menyampaikan agar masyarakat tidak tergiur membeli visa selain visa haji resmi. Jalur ilegal tidak memberikan jaminan keamanan,” ujarnya di Jakarta, Jumat, 30 Januari 2026.
Politisi PKB ini menegaskan penggunaan visa haji ilegal tidak hanya berisiko hukum, tetapi juga mengancam keselamatan jiwa. Sebab, Jemaah yang menggunakan jalur tidak resmi dipastikan tidak akan mendapatkan akses pelayanan kesehatan, perlindungan, maupun fasilitas akomodasi yang layak selama di Tanah Suci.
Selanjutnya dia mengatakan bahwa pada musim haji tahun ini, pemeriksaan dokumen di Madinah dan Mekkah akan dilakukan secara sangat ketat. Sehingga Jemaah tanpa visa haji resmi hampir mustahil dapat memasuki wilayah puncak haji.