CARAPANDANG - Harga emas dan perak kembali melanjutkan penguatan. Kedua logam tersebut naik seiring melemahnya dolar Amerika Serikat (AS), hingga fokus beralih ke data pekerjaan AS.
Pada perdagangan Senin (9/2/2026), harga emas dunia naik 2,10% di level US$5.064,49 per troy ons. Kenaikan ini memperpanjang penguatan emas selama dua hari beruntun.
Kenaikan juga membawa emas pada penutupan level US$ 5.000 untuk pertama kalinya sejak 29 Januari 2026.
Namun, harga emas kembali merosot tajam pagi ini.
Pada perdagangan hari ini Selasa (10/2/2026) hingga pukul 06.37 WIB, harga emas dunia di pasar spot melemah 0,88% di posisi US$5.020,60 per troy ons.
Harga emas naik 2% pada perdagangan Senin, didukung oleh dolar yang lebih lemah karena investor bersiap menghadapi minggu yang penuh dengan data ekonomi AS yang dapat memberikan lebih banyak petunjuk tentang kebijakan moneter The Federal Reserve AS.
Dolar AS turun 0,8% ke level terendah lebih dari seminggu, membuat emas batangan yang dihargai dolar AS lebih murah bagi pembeli luar negeri.
"Penggerak utama hari ini (harga emas) adalah dolar AS," ujar Bart Melek, kepala strategi komoditas global di TD Securities, menambahkan bahwa ekspektasi terhadap data ekonomi yang lemah semakin meningkat, terutama di sektor ketenagakerjaan.