Balkhy juga menyebut sekitar 18.000 orang, termasuk anak-anak luka-luka dan pasien penyakit kronis, masih menunggu evakuasi.
Dampak penutupan perbatasan tidak hanya dirasakan di pasar, tetapi juga sistem bantuan kemanusiaan. OCHA menyatakan kelangkaan pasokan memaksa dilakukannya penjatahan bahan bakar, sehingga mitra kemanusiaan menangguhkan pengumpulan limbah padat berbasis kendaraan dan mengurangi produksi air bersih. Langkah-langkah kontinjensi juga diaktifkan di rumah sakit dan pusat kesehatan.
Program Pangan Dunia (WFP) menyebutkan bahwa pemantauan pasar mereka pada Februari menunjukkan adanya perbaikan ketersediaan pangan dan harga lebih rendah untuk bahan pokok tertentu.
Namun, penutupan perbatasan terbaru telah memicu kenaikan harga pangan tajam, dan meskipun beberapa perbatasan telah dibuka kembali, harga tetap tinggi.
WFP memperingatkan bahwa perbaikan rapuh di Gaza dapat dengan cepat terurai jika akses bantuan tidak dipertahankan.
Pembukaan kembali Karem Abu Salem mungkin memberikan sedikit kelegaan, namun tanpa koridor kemanusiaan yang andal, badan tersebut dapat terpaksa memotong jatah pangan bagi banyak warga.
Dengan akses yang masih terbatas, keluarga di Gaza menghadapi ketidakpastian besar apakah pasokan pangan esensial dapat dipertahankan dalam beberapa hari ke depan.