IARC mengklasifikasikan konsumsi minuman yang sangat panas, yang suhunya di atas sekitar 65 derajat Celcius, sebagai kemungkinan faktor risiko kanker esofagus. Suhu ekstrem dapat menyebabkan iritasi dan cedera berulang pada jaringan kerongkongan. Dalam jangka panjang, kerusakan kronis ini dapat memicu perubahan sel yang meningkatkan risiko kanker.
Hal ini sering dikaitkan dengan kebiasaan minum teh atau kopi yang terlalu panas. Bukan masalah jenis minumannya, tetapi menyeduh teh atau kopi dengan air mendidih dan langsung meminumnya berulang kali bisa meningkatkan risiko. IARC menekankan pentingnya membedakan antara “minuman panas” dan “minuman terlalu panas”. Pendinginan beberapa menit sebelum diminum dapat membantu mengurangi risiko paparan suhu tinggi pada jaringan kerongkongan.
4. Daging merah
Daging sapi, kambing, dan babi diklasifikasikan IARC sebagai karsinogen Grup 2A atau “probably carcinogenic to humans”. Itu artinya ada bukti pada manusia, tetapi belum sekuat daging olahan. Namun, ada indikasi hubungan kuat hubungan dengan kanker tertentu, terutama kolorektal.
Salah satu alasan utamanya adalah kandungan heme iron/zat besi heme yang dapat memicu pembentukan senyawa berpotensi merusak sel di saluran pencernaan. Proses memasak suhu tinggi seperti membakar atau memanggang juga dapat menghasilkan zat seperti heterocyclic amines dan polycyclic aromatic hydrocarbons.