Seketika itu, Rasulullah menjatuhkan tubuh Rukanah ke tanah. Tidak terima dengan itu. Rukanah menantang Rasulullah lagi untuk gulat. Tantangan itu disambut baik oleh Rasulullah. Setelah berhasil memiting Rukanah, Rasulullah lagi-lagi berhasil menjatuhkan tubuh Rukanah untuk yang kedua kalinya dan ketiga kalinya. Sang jago gulat merasa aneh, bagaimana mungkin seorang Muhammad bisa mengalahkannya begitu mudah tiga kali berturut-turut.
“Ada yang lebih aneh dari itu. Jika engkau mau menundukkan diri dan takut kepada Allah serta menuruti perintahku, akan kuperlihatkan kepadamu yang jauh lebih aneh daripada itu,” kata Rasulullah. “Apakah itu?” tanya Rukanah. Rasulullah kemudian memanggil pohon yang kemudian bergerak hingga berada tepat di depannya. Beberapa saat kemudian, Rasulullah memerintahkan agar pohon itu kembali ke tempat asalnya. Kejadian ini membuat Rukanah terheran-heran.
Ia kemudian pergi ke kaumnya dan menceritakan apa yang dialaminya bersama Rasulullah. “Hai Bani Abdi Manaf, teman kalian itu (Muhammad) sanggup menyihir semua penghuni bumi ini. Demi Allah, saya tidak pernah melihat ada tukang sihir sehebat dia,” kata Rukanah dalam Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam sebagaimana dikutip Hubbur Rasul (Taufik Anwar, 2012).