CARAPANDANG - Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar berharap Nahdlatul Ulama (NU) tetap konsisten dalam mengusung nilai moderasi umat dalam kehidupan beragama dan berbangsa.
“Kita berharap Nahdlatul Ulama di masa depan tetap konsisten untuk mengusung moderasi umat sesuai dengan doktrin ayat yang kita sering pahami, baca, 'Innad dina 'indallahil Islam’,” ujar Menag saat menyampaikan kata sambutan di hadapan warga Nahdliyin pada puncak Harlah 100 tahun NU, di Istora Senayan, Jakarta, pada Sabtu, 31 Januari 2026.
Dia mengatakan bahwa kata Islam dalam ayat yang dia sebut memiliki makna moderasi yang mendalam. Menurutnya, Al-Qur’an tidak menggunakan istilah as-salam maupun al-istislam karena masing-masing memiliki konsekuensi ekstrem yang berbeda.
“Bacaan santri penuh dengan analisis. Mengapa Tuhan tidak mengatakan 'Innad dina 'indallahal as-salam', masdar sulasi daripada salima. Dan mengapa juga Tuhan tidak menggunakan istilah 'Innad dina 'indallahal al-istislam', masdar sudasi? Itu tentu ada konsekuensinya,” jelasnya.