Selain soal ekspansi sektor, Ferry juga menyoroti pentingnya modernisasi tata kelola. Ia mengapresiasi Kopelindo yang terus konsisten melaksanakan RAT tepat waktu sebagai bentuk transparansi kepada anggota. Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan masa depan menuntut kecepatan digital.
"Ekspansi ke sektor strategis mustahil dilakukan tanpa penguatan teknologi informasi. Digitalisasi bukan lagi pilihan, tapi kewajiban agar koperasi bisa bersaing dengan korporasi swasta maupun BUMN," imbuhnya.
Ferry menambahkan bahwa Rapat Anggota Tahunan menjadi momentum penting untuk evaluasi dan penentuan arah strategis koperasi. Koperasi Pegawai Pelabuhan Indonesia mencatat aset mencapai sekitar Rp800 miliar dan SHU sekitar Rp20 miliar, dengan tren kinerja yang terus tumbuh dan jumlah anggota yang meningkat.
"Ke depan, koperasi perlu memperkuat tata kelola, manajemen risiko, serta transformasi digital, sekaligus mendorong partisipasi anggota dan kolaborasi," ucapnya.
Ferry berharap Kopelindo dapat bersinergi dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih untuk memperluas manfaat dan memperkuat ekonomi bersama. Serta diharapkan langkah berani Kopelindo nantinya dapat menjadi pemicu bagi koperasi lain di Indonesia untuk melakukan langkah serupa.
Dengan masuknya koperasi ke sektor strategis, lanjut Ferry, distribusi kekayaan tidak hanya berputar di segelintir pihak, melainkan kembali ke anggota dan masyarakat luas.