“Saya tidak ingin terjadi keterbelahan antara pemerintah dan masyarakat. Karena itu saya bersyukur Presiden mengundang para tokoh kunci untuk berdialog secara terbuka,” katanya.
Sudarnoto menegaskan, Indonesia harus tetap konsisten pada amanat konstitusi untuk menentang segala bentuk penjajahan dan membela kemerdekaan Palestina. Menurutnya, keterlibatan Indonesia dalam forum perdamaian internasional apa pun harus berpijak pada prinsip keadilan, nilai Pancasila, serta politik luar negeri bebas aktif.
“Ketidakadilan tidak boleh dikompromikan. Perjuangan harus dilakukan dengan cara beradab, melalui diplomasi yang bermartabat dan berpihak pada korban penjajahan,” tegasnya.
MUI berharap pemerintah tidak sekadar melihat BoP sebagai forum prestisius internasional, tetapi mengkaji secara kritis substansi dan dampaknya terhadap perjuangan Palestina.
“Tokoh-tokoh Islam memiliki tanggung jawab moral untuk bersikap kritis. Insyaallah kami akan terus membersamai Presiden dalam perjuangan membela kemerdekaan Palestina dan penghapusan penjajahan, termasuk oleh Israel,” pungkas Sudarnoto.