CARAPANDANG - Sebuah studi terbaru dari Cleveland Clinic memperingatkan bahaya tersembunyi di balik pemanis buatan erythritol yang banyak digunakan pada produk "zero sugar" dan "keto".
Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Arteriosclerosis, Thrombosis and Vascular Biology ini menemukan bahwa konsumsi erythritol dapat memicu pembekuan darah secara akut, meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.
Studi yang dilakukan oleh tim yang dipimpin Dr. Stanley Hazen tersebut melibatkan 20 sukarelawan sehat. Para partisipan diminta mengonsumsi minuman yang mengandung 30 gram erythritol, jumlah yang setara dengan satu kaleng minuman berpemanis atau satu porsi es krim keto.
Hasilnya, kadar erythritol dalam darah partisipan melonjak lebih dari 1.000 kali lipat dan fungsi trombopil (sel pembeku darah) menjadi lebih aktif atau "teragitasi", sehingga lebih rentan membentuk gumpalan.
"Dalam setiap subjek, respons agregasi trombopil meningkat tajam setelah mengonsumsi erythritol, tetapi tidak berubah setelah partisipan mengonsumsi gula," tulis laporan penelitian tersebut, yang diperoleh redaksi, Senin (16/2/2026).
Efek ini tidak ditemukan pada kelompok yang meminum glukosa.
Temuan ini memperkuat hasil studi pendahuluan tim yang sama pada tahun 2023 yang dipublikasikan di jurnal Nature Medicine.