Nitin menyoroti bahwa jika seseorang mendengkur dan tidak dapat tidur nyenyak, maka dia dapat merasa mudah tersinggung, rewel, atau mengantuk saat bangun tidur. Mereka mungkin lebih sering lupa, kesulitan berkonsentrasi di tempat kerja, dan merasa lesu secara mental.
Mendengkur dan apnea tidur juga dapat dikaitkan dengan tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, diabetes, kecemasan, dan depresi.
Beberapa cara yang dapat mengurangi kebiasaan mendengkur yakni menjaga berat badan optimal bagi pasien karena kelebihan berat badan dapat mempersempit saluran napas, memastikan untuk tidur miring daripada telentang, berhenti merokok karena dapat menyebabkan iritasi dan peradangan pada saluran napas dan hindari alkohol dan bahkan makanan berat sebelum tidur.