Lebih lanjut, Mendikdasmen menjelaskan pemanfaatan hasil asesmen melalui konsep assessment of learning. Ia menyebut, apabila asesmen pada tahap awal digunakan untuk mengukur capaian pembelajaran, maka hasil asesmen tersebut selanjutnya perlu dimanfaatkan sebagai masukan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas proses pembelajaran.
“TKA merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya kita mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua. TKA bukan hanya untuk mengukur capaian pembelajaran, tetapi hasil TKA harus menjadi input yang sangat penting dan bernilai dalam rangka memperbaiki kualitas pembelajaran dan kualitas pendidikan,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala BKPDM, Toni Toharudin, menegaskan bahwa penyelenggaraan TKA merupakan kerja bersama yang membutuhkan kesiapan seluruh pihak. Keberhasilan TKA menurutnya tidak hanya ditentukan pada saat pelaksanaan, tetapi dimulai dari kualitas koordinasi, ketepatan perencanaan, serta kedisiplinan dalam mempersiapkan setiap tahapan.
Rakornas ini dijelaskannya menjadi momentum penting untuk memastikan seluruh penyelenggara memiliki persepsi dan standar yang sama. Koordinasi tersebut mencakup kesiapan kebijakan, sistem teknologi, pendataan peserta, infrastruktur, mekanisme pelaksanaan, pengawasan, hingga strategi komunikasi publik.