Lebih lanjut, Toni memandang Rakornas ini juga menjadi tahap penting dalam menyelaraskan pemanfaatan hasil TKA SD dan SMP tahun 2026. Hasil TKA diharapkan dapat dimanfaatkan oleh para pemangku kepentingan pendidikan sebagai salah satu sumber informasi untuk melakukan evaluasi dan perbaikan pembelajaran.
“Melalui Rakornas ini kami berharap terdapat diskusi secara terbuka, mampu mengidentifikasi berbagai potensi risiko, serta menyusun solusi secara bersama. Dengan mempersiapkan TKA yang lebih matang, semoga pelaksanaan TKA 2026 dapat berlangsung secara tertib, memberikan layanan asesmen terbaik bagi seluruh peserta didik, serta dimaknai dengan sikap jujur dan gembira,” tutup Toni.