Moskow membenarkan penggunaan rudal Oreshnik dan menyebut langkah itu sebagai pembalasan atas serangan drone Ukraina yang menghantam asrama mahasiswa di kota Starobilsk, wilayah Luhansk yang dikuasai Rusia, yang menewaskan 21 orang.
Ukraina membantah menargetkan warga sipil dan mengklaim telah menyerang unit komando drone elit di wilayah tersebut.
Serangan ini juga mengakibatkan kerusakan pada kediaman duta besar Albania di Ukraina dan kantor media Jerman, meskipun tidak ada korban jiwa di lokasi tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, keadaan darurat masih berlaku di Kyiv, dengan layanan penyelamatan terus membersihkan puing-puing dan memadamkan api di sejumlah lokasi terdampak.