Rusia menyebut serangan rudal Ukraina terhadap kota Bryansk sebagai kejahatan perang dan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional setelah serangan tersebut menimbulkan korban jiwa dan luka-luka di kalangan warga sipil.
Asap mengepul dari Lebanon selatan menyusul serangan Israel, seperti yang terlihat dari Israel utara pada 8 Maret 2026. (Carapandang/Xinhua/JINI/Ayal Margolin)
Banjir disinformasi dan hoax memenuhi lini media sosial, mulai dari ancaman terhadap Indonesia, video ledakan palsu hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI), hingga kabar tentang pasukan China dan Rusia yang disebut "turun gunung" membantu Iran secara militer.
Perwakilan tetap Rusia untuk organisasi internasional di Wina Mikhail Ulyanov mengatakan, Rusia siap menjadi mediator dalam perundingan damai antara Iran dan Amerika Serikat (AS) jika memang diperlukan.
Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin mengatakan bahwa pemerintah telah mendeportasi 72 ribu warga negara asing yang tinggal secara ilegal di negara itu sepanjang 2025.
Asosiasi Retail Vape Indonesia (Arvindo) dan Gerakan Bebas Tar dan Asap Rokok (Gebrak) mendukung pemerintah untuk mencegah siapapun yang berusia di bawah 21 tahun mengakses rokok elektronik (vape).
Rusia akan terpaksa menggunakan senjata nuklir non-strategis jika Inggris dan Prancis memasok hulu ledak nuklir ke Ukraina, kata wakil kepala Dewan Keamanan Moskow, Dmitry Medvedev, pada Selasa (24/2).
Dilansir dari Engadget pada Selasa, sejumlah media milik negara Rusia menuduh Durov memungkinkan terjadinya serangan terhadap Rusia serta menjadikan Telegram sebagai alat intelijen bagi Ukraina dan negara-negara Barat.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengonfirmasi bahwa serangan semalam itu merupakan serangan gabungan yang dirancang untuk menyebabkan kerusakan maksimal pada sektor energi Ukraina.
PBB dan Rusia menyatakan tidak akan hadir dalam pertemuan pertama Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) bentukan Presiden AS Donald Trump yang akan berlangsung di Washington pada 19 Februari.
Angkatan Udara Ukraina melaporkan 129 drone Rusia teridentifikasi dalam serangan tersebut, dengan 112 di antaranya berhasil ditembak jatuh atau dinetralisir.