"Kami refocusing penerima manfaat, apakah perlu, eh, rasanya tidak perlu ya sekolah-sekolah kaya, karena gizinya pastinya lebih bagus. Jadi, kami arahkan benar pada anak-anak atau yang benar-benar membutuhkan," kata Nanik.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pemberian MBG kepada sekolah elite tidak serta-merta dihentikan, tetapi akan ditata ulang terlebih dahulu.
"Dalam prosesnya akan ada kesepakatan apakah sekolah ini masuk kategori layak atau prioritas untuk menerima MBG. Sejak awal SOP-nya seperti itu," ujar Prasetyo.
Pemerintah menargetkan proses penataan ulang atau refocusing program MBG ini selesai dalam waktu satu bulan ke depan.
Selain isu ketepatan sasaran, pemerintah juga akan memperketat pengawasan terhadap kualitas dapur umum atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan memastikan tidak ada lagi kasus keracunan makanan .