Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan RI, Benyamin Paulus Octavianus, mengapresiasi kehadiran kepala daerah dalam kuliah umum tersebut, termasuk Wali Kota Payakumbuh.
Ia menegaskan pentingnya pembangunan sumber daya manusia melalui penguatan sektor kesehatan dan pemenuhan gizi masyarakat.
“Bagaimana menjadi bangsa yang unggul kalau SDM-nya lemah. Karena itu pemerintah menjalankan program makan bergizi gratis, bantuan gizi untuk balita dan ibu hamil, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga pembangunan rumah sakit dengan fasilitas lengkap sampai ke daerah,” katanya.
Benyamin juga meminta kepala daerah aktif turun ke lapangan untuk memantau kecukupan gizi dan kondisi kesehatan masyarakat secara langsung.
Menurutnya, keterlibatan aktif pemerintah daerah menjadi salah satu kunci keberhasilan pembangunan kesehatan.
“Harapan kita kepala daerah rutin melakukan kontrol ke lapangan untuk memantau kecukupan gizi masyarakat,” ujarnya.
Ia menyebutkan, saat ini terdapat 25.037 penderita TBC di Sumatera Barat, namun baru sekitar 62 persen yang berhasil teridentifikasi.
“Kota Payakumbuh ada 709 kasus TBC dan baru ditemukan sekitar 57 persen atau 404 orang. Nanti anggarannya akan kita berikan, karena pada umumnya penderita TBC berasal dari keluarga tidak mampu,” katanya.
Menurut Benyamin, pemerintah pusat juga menyiapkan dukungan rehabilitasi rumah bagi penderita TBC dari kelompok ekonomi bawah sebagai bagian dari strategi memutus rantai penularan penyakit.