CARAPANDANG.COM, CARACAS, 28 Agustus (Xinhua) -- Pemadaman listrik, fluktuasi tegangan, dan penjatahan pasokan listrik secara bergilir telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat Venezuela, seiring sanksi Amerika Serikat (AS), bencana alam, dan kondisi Sistem Kelistrikan Nasional (National Electric System/SEN) yang terpuruk terus menekan pasokan listrik negara tersebut.
"Di rumah saya, listrik padam setiap hari," kata Janis Monasterios, seorang desainer grafis di Maracay, ibu kota Negara Bagian Aragua, Venezuela tengah. "Kemarin sepulang kerja, listrik padam mulai pukul 19.00 hingga tengah malam.""
Bagi Monasterios, masalah terbesarnya adalah ketidakpastian, tidak mengetahui kapan listrik akan padam atau menyala. "Sama sekali tidak ada jadwal, setidaknya di kawasan permukiman," ujarnya. Situasi ini membuat seseorang mustahil untuk "membuat rencana atau mengatur aktivitasnya."
Pengalaman Monasterios mencerminkan apa yang dialami penduduk di seluruh Venezuela.
Dalam pidato nasional mengenai krisis energi pada Senin (24/8), Penjabat Presiden Venezuela Delcy Rodriguez menekankan pentingnya menjalin kemitraan internasional untuk memperkuat SEN serta memenuhi kebutuhan energi yang dipicu oleh perubahan cuaca dan pertumbuhan ekonomi negara tersebut.