Beranda Internasional Warga Venezuela Keluhkan Pemadaman Listrik yang Dipicu Sanksi AS dan Bencana Alam

Warga Venezuela Keluhkan Pemadaman Listrik yang Dipicu Sanksi AS dan Bencana Alam

Foto yang diabadikan pada 3 Januari 2026 ini memperlihatkan pemandangan kota Caracas, ibu kota Venezuela. (Xinhua/Marcos Salgado)

0
Xinhua

   Di La Ascencion, sebuah daerah permukiman di Negara Bagian Yaracuy, Venezuela barat, pustakawan Siomer Hidalgo menuturkan area tempat tinggalnya sering kali mengalami fluktuasi tegangan listrik, berbeda dengan daerah lainnya yang rutin mengalami pemadaman listrik selama "lima hingga tujuh jam."

   Situasi yang lebih sulit dirasakan di wilayah Jose Felix Ribas, Aragua, di mana pemadaman listrik terus terjadi, menurut warga bernama Luz Navas.

   "Awalnya lima jam sehari. Sekarang kami berada di tahap enam atau tujuh jam," ujarnya di tengah pemadaman listrik.

   Jadwal pemadaman bergilir, atau jadwal terencana untuk memutus aliran listrik secara bergantian di suatu wilayah, disebarluaskan secara lokal melalui layanan pesan instan, kata Navas. Namun, sering kali jadwal tersebut tidak dipatuhi. Pemberitahuan tentang pemadaman listrik melalui pesan teks terkadang baru diterima setelah listrik padam.

   Amarilis Palacios, seorang warga Tacarigua di Negara Bagian Miranda, mengatakan pemadaman listrik juga sering terjadi di wilayahnya, terutama pada akhir pekan.

   Lebih jauh ke timur, di Negara Bagian Nueva Esparta di Venezuela timur laut, penjatahan pasokan listrik bergilir dapat berlangsung hingga tiga jam sehari, menurut produser audiovisual Jose Perez.

   Warga telah membeli kipas angin rechargeable serta sistem catu daya tak terputus (UPS) "untuk laptop dan ruter" guna mengatasi aliran listrik yang tidak stabil, imbuh Perez.

  • Tags

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here