Para tim medis mengaku, tantangan terbesar dalam memberikan pertolongan warga terdampak bencana adalah cuaca ekstrem. Karena, cuaca ekstrem tersebut berpotensi memicu bencana longsor.
Orang-orang melakukan evakuasi dengan perahu di tengah banjir setelah hujan lebat di pinggiran Kolombo, Sri Lanka, pada 29 November 2025. (Xinhua/Ajith Perera)
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan, potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga sangat lebat melanda Jabodetabek.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta mulai melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi atau cuaca ekstrem di wilayah itu.
Cuaca ekstrem kembali memakan korban. Hujan lebat disertai badai petir yang melanda India dan Nepal sejak Rabu (9/4/2025) telah menewaskan hampir 100 orang.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi terjadi cuaca ekstrem di sebagian besar wilayah Indonesia, Senin (11/11/2024). Cuaca ekstrem ini akan melanda kota-kota besar di Indonesia.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi melaporkan terjadinya 70 titik bencana pada Selasa (5/11/2024), akibat cuaca ekstrem yang mengakibatkan hujan lebat dan angin kencang di wilayah tersebut.