Presiden Prabowo Subianto menegaskan kesiapan Indonesia mengirimkan ribuan personel TNI dan menerima posisi Wakil Komandan International Stabilization Force (ISF) untuk Gaza, setelah pengumuman resmi dalam KTT perdana Board of Peace (BoP) di Washington DC.
Rencana ini terungkap dalam dokumen kontrak yang ditinjau oleh The Guardian dan melibatkan entitas bernama Board of Peace, sebuah badan yang diketuai Trump dan dipimpin oleh menantunya, Jared Kushner.
Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) menyatakan pembersihan reruntuhan di Gaza dengan kecepatan saat ini dapat memakan waktu hingga tujuh tahun
Pernyataan ini disampaikan menyusul kunjangan Kepala UNDP Alexander De Croo ke wilayah kantong Palestina tersebut, di mana ia menggambarkan situasi kemanusiaan sebagai yang terburuk yang pernah ia saksikan.
Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, menyatakan bahwa penjajah Zionis Israel terus menghalangi operasi bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menegaskan komitmen Indonesia untuk berperan aktif dalam upaya perdamaian dan kemanusiaan, termasuk rekonstruksi dan pemulihan Gaza.
Korban terbaru adalah dua anak berusia 14 tahun, Fouad Zaher Al-Najjar dan Ahmed Mohammed Al-Basyouni, yang ditembak di kaki dan punggung saat tertidur di dalam tenda pengungsian di kawasan Al-Maslakh, selatan Khan Younis, Kamis (12/2/2026) dini hari.
Saat ditanya apakah sudah ditentukan lokasi penempatan pasukan, Mensesneg menjawab bahwa hingga kini Indonesia masih menunggu kesepakatan dari pihak-pihak yang terlibat perundingan.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang baru saja kembali dari pembicaraan tidak langsung dengan Amerika Serikat di Oman, secara tegas menyebut serangan Israel di Gaza sebagai genosida.
Amelia menilai tindakan yang dilakukan Isreal yang menyerang kawasan pengungsian di Gaza merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip kemanusiaan dan hukum internasional.
Dalam pernyataan yang dipublikasikan melalui situs resmi UNRWA, Lazzarini menegaskan bahwa pelarangan akses jurnalis internasional ke Gaza justru memperkuat kampanye disinformasi dan narasi ekstremis.