Kegiatan belajar mengajar kembali dimulai, usai libur semester ganjil serta Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Peserta didik di seluruh Indonesia kembali memasuki kegiatan pembelajaran semester genap tahun ajaran 2025/2026.
Presiden RI Prabowo Subianto meluncurkan Program Digitalisasi Pembelajaran 2025 yang menandai distribusi perangkat smartboard atau interactive flat panel (IFP) ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Jaring Aspirasi Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas): Transformasi Digital Pendidikan.
Redea Institute mengatakan bahwa metode pembelajaran konstruktif dapat mendorong anak-anak untuk mengembangkan pengetahuan dan pemahaman tentang dunia melalui pengalaman dan refleksi diri.
Menurutnya pendekatan pengajaran yang inovatif dan tidak monoton mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan interaktif, sehingga siswa merasa lebih antusias untuk terlibat dalam proses pembelajaran.
Kantor Wilayah Kementerian Agama DKI Jakarta masih mempersiapkan dan merumuskan materi pembelajaran serta kegiatan yang nantinya dimasukkan dalam program madrasah dan sekolah selama Ramadhan 1446 Hijriah.