“Lulusan Sekolah Rakyat di masa mendatang ada yang jadi guru, ada yang jadi seniman. Pokoknya jadi apapun dengan keterampilan yang cukup. Itulah harapan Bapak Presiden,” kata Mensos.
Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisis Kebijakan Dirgayuza Setiawan mengatakan Presiden Prabowo Subianto bergerak cepat dalam menyelesaikan berbagai persoalan fundamental yang dihadapi rakyat Indonesia
"Yang bisa sekolah di sini adalah mereka yang berada di Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Jika belum terdata, maka akan dilakukan pemutakhiran dan ground check," ujar Mensos.
Presiden Prabowo Subianto memberikan peringatan tegas kepada jajaran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) yang mengelola aset negara senilai Rp17.000 triliun.
“Seluruh aparat harus memperbaiki diri, harus membersihkan diri, harus berani koreksi. Jangan justru aparat yang di belakang penyelewengan," ujar Prabowo.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa dirinya bertanggung jawab apabila bangsa Indonesia mengalami kelaparan karena telah disumpah sebagai kepala negara sekaligus mandataris kedaulatan rakyat
Puan mengungkapkan bahwa seluruh partai politik di DPR RI telah melakukan pembicaraan terkait RUU tersebut, baik secara formal maupun informal, termasuk dengan para ketua umum partai politik.
Gus Ipul memastikan Kemensos terbuka terhadap audit maupun pemeriksaan dari lembaga resmi, termasuk BPK dan BPKP, serta lembaga non-pemerintah untuk ikut memonitor proses pengadaan.