Kebijakan ini disampaikannya saat Washington mempertimbangkan respons terhadap situasi di Iran yang dilanda protes anti-pemerintah terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Teheran siap memberi "pelajaran yang tak terlupakan" kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump jika Washington memutuskan menyerang Iran, kata Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, Senin.
Gelombang protes antipemerintah yang meluas di Iran memasuki fase paling tegang dalam beberapa tahun terakhir, memicu respons keras dari dalam negeri sekaligus peringatan terbuka dari Amerika Serikat.
Meski hingga saat ini di Jakarta belum ditemukan laporan kasus, tapi Pramono memberikan intruksi khusus kepada Kepala Dinas Kesehatan untuk menyiapkan mitigasi.
Presiden AS Donald Trump mengancam bahwa Presiden sementara Venezuela Delcy Rodriguez akan menghadapi konsekuensi sangat serius yang mungkin lebih berat daripada Presiden Venezuela Nicolas Maduro, jika terus menolak untuk bekerja sama dengan AS.
Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan Ukraina tidak menunjukkan keinginan kuat untuk segera berdamai. Ia menegaskan Moskow akan mencapai seluruh tujuannya dengan kekuatan jika Kyiv menolak penyelesaian konflik secara damai.
Sheikh Mohammed menekankan bahwa penundaan dan pelanggaran gencatan senjata membahayakan seluruh proses dan menempatkan para mediator dalam posisi sulit.
Kelompok ekstremis Negara Islam (ISIS) tidak lagi menimbulkan ancaman sistematis, tetapi saat ini justru dimanfaatkan oleh sejumlah negara untuk tujuan politik mereka, kata Menteri Luar Negeri Turkiye Hakan Fidan
Mary Mina (depan), yang berperan sebagai Pendeta Agung Yunani kuno, menyalakan api dalam gladi resik upacara penyalaan api Olimpiade untuk Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026 di Olympia Kuno, Yunani, pada 24 November 2025. (Xinhua/Lyu You)