Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di sebagian besar wilayah kota-kota besar di Indonesia akan diguyur hujan ringan pada Senin.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi selama masa pancaroba atau peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau.
Foto yang diabadikan pada 29 Maret 2026 ini memperlihatkan sejumlah wisatawan domestik memakai payung untuk berlindung dari teriknya sinar matahari di kawasan situs Candi Prambanan di Daerah Istimewa Yogyakarta. (Carapandang/Xinhua/Agung Supriyanto)
Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan bahwa cadangan beras pemerintah (CBP) saat ini mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi melanda sejumlah wilayah Indonesia pada Senin.
Berdasarkan proyeksi BMKG, status siaga hujan lebat hingga sangat lebat diberikan kepada beberapa provinsi, antara lain Sumatera Utara, Sumatera Barat, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Beberapa dinamika atmosfer skala global turut berperan, di antaranya kondisi El Niño–Southern Oscillation (ENSO) yang berada pada kategori Netral menuju La Niña lemah.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menyatakan posisi siklon ini berada di wilayah pemantauan Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta, tepatnya di Samudera Hindia sebelah selatan Nusa Tenggara Timur.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menyatakan bahwa penyemaian dilakukan menggunakan 800 kilogram (8 kuwintal) bahan semai Kalsium Oksida (CaO).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia. Cuaca ekstrem tersebut terjadi pada periode 16–22 Januari 2026.