Presiden Prabowo Subianto mengklaim Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara saat ini telah mengelola aset senilai 1.000 miliar dolar AS atau setara sekitar Rp17.460 triliun.
Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mengatakan bahwa Washington telah menyita aset kripto milik Iran senilai sekitar hampir 500 juta dolar AS (Rp8,6 triliun).