Beranda Berita Anggota DPR: Perpustakaan di Indonesia Harus Lebih Ramah Gen Z

Anggota DPR: Perpustakaan di Indonesia Harus Lebih Ramah Gen Z

Perpustakaan di berbagai wilayah Indonesia dapat memanfaatkan platform yang kerap dipakai gen Z, seperti TikTok, Instagram reels, maupun YouTube Shorts.

0
Istimewa

CARAPANDANG – Perpustakaan di Indonesia harus segera dibenahi. Hal ini penting dilakukan agar menarik minat generasi Z atau gen Z terhadap literasi.

Hal tersebut disampaikan Anggota MPR RI Atalia Praratya dalam keterangannya, Jakarta, Selasa, 23 Juni 2026.

Dia menjelaskan pembenahan perpustakaan dapat dilakukan dengan mengubahnya menjadi terbuka dan ramah gen Z. 

“Perpustakaan bisa diubah menjadi coworking space atau ruang kerja bersama gratis, ruang komunitas, ruang diskusi publik, studio podcast (siniar) sederhana, hingga ruang editing (penyuntingan) video,"jelasnya.

Dia juga mengusulkan perpustakaan di berbagai wilayah Indonesia dapat memanfaatkan platform yang kerap dipakai gen Z, seperti TikTok, Instagram reels, maupun YouTube Shorts.

Selain itu, dia juga mengusulkan agar perpustakaan menambah koleksi yang relevan dan kekinian karena gen Z tidak selalu belajar dari buku. Dia mencontohkan, misalnya menambah koleksi siniar, video edukasi, buku elektronik, jurnal, infografis, ataupun nawala.

"Jadi, citra yang ingin dibangun adalah perpustakaan sebagai ruang eksplorasi ide," katanya.

Legislator dari Fraksi Partai Golkar ini bahwa usulan tersebut lahir dari temuan lembaga survei Jakpat yang menunjukkan gen Z adalah generasi yang paling aktif membaca. Dalam survei itu, sebanyak 26 persen gen Z atau orang yang lahir pada periode 1997-2012 memiliki minat terhadap literasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here