Beranda Olahraga Feature: Mengupas Fenomena Sosial pada Gelaran Piala Dunia 2026

Feature: Mengupas Fenomena Sosial pada Gelaran Piala Dunia 2026

0
Feature: Mengupas Fenomena Sosial pada Gelaran Piala Dunia 2026

Dalam kasus yang lebih luas, fanatisme terhadap tim tertentu tak jarang berujung pada konflik, seperti ketika tim pujaannya kalah dan memicu kericuhan. Piala Dunia 2026 pun nyatanya tak lepas dari hal tercela tersebut.

Dilansir dari berbagai sumber, terjadi bentrokan antara suporter Argentina dan Aljazair di kawasan Times Square, New York City, pada Selasa malam waktu setempat atau Rabu (17/6) WIB. Insiden yang dipicu aksi provokasi itu berujung saling dorong dan pukul di tengah kerumunan penggemar. Selain itu, di dalam stadion, keributan hebat pecah antara para pemain Kanada dan Qatar pada Kamis (18/6) waktu setempat atau Jumat (19/6) WIB setelah pertandingan usai.

Rekaman video memperlihatkan bagaimana aksi saling dorong dan tarik-menarik terjadi di lingkaran tengah lapangan. Menurut Buldan, dinamika tersebut dapat diterangkan melalui pendekatan keilmuan psikologi.

"Ada beberapa penelitian dalam literatur psikologi yang mengaitkan kepribadian dengan hooliganisme (hooliganism), atau yang dalam kasus ini disebut football hooliganism," ujar Buldan.

"Penelitian tersebut menunjukkan adanya psychopathic traits atau sifat-sifat tertentu dari orang yang cenderung terlibat dalam kekerasan ketika timnya kalah," ujar Buldan.

Dua sifat turunan psychopathic traits tersebut di antaranya adalah callous unemotional dan impulsive irresponsibility. Ciri dari sifat callous unemotional menerangkan mengapa seseorang dengan mudah akan melakukan kekerasan ketika timnya kalah.

  • Tags

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here