CARAPANDANG - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah memanas setelah serangan gabungan AS-Israel ke Iran pada akhir Februari lalu yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatolah Ali Khamenei. Di tengah konflik bersenjata yang masih berlangsung, pertempuran lain pecah di ruang digital: perang informasi.
Banjir disinformasi dan hoax memenuhi lini media sosial, mulai dari ancaman terhadap Indonesia, video ledakan palsu hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI), hingga kabar tentang pasukan China dan Rusia yang disebut "turun gunung" membantu Iran secara militer.
Hoax Ancaman Jenderal Israel ke Indonesia
Salah satu kabar bohong yang paling viral di Indonesia adalah mengenai ancaman dari seorang jenderal Israel bernama Jacob Ariel Ashabi.
Dalam narasi yang beredar, jenderal fiktif ini dikabarkan mengancam akan menyerang Indonesia jika ikut campur dalam konflik Iran.
Akademisi dan analis hubungan internasional, Ulta Levenia, membantah keras kabar tersebut. Ia menegaskan bahwa tokoh bernama Jacob Ariel Ashabi tidak pernah ada dalam struktur militer Israel.
"Ini hoaks. Jenderal yang disebut sebagai Jacob Ariel Ashabi itu ternyata tidak ada di dunia ini. Nama yang sebenarnya adalah Aviv Kochavi, yang memang pernah menjabat di Israel Defense Forces," jelas Ulta mengutip Media Indonesia, Senin (9/3/2026).
Menurutnya, foto seorang tokoh militer Israel digunakan secara manipulatif dan dipasangkan dengan narasi ancaman dramatis untuk menciptakan ketakutan di masyarakat.