Selain itu, akun-akun palsu di media sosial juga bermunculan mengatasnamakan tokoh penting, seperti akun X yang mengklaim milik Ayatollah Alireza Arafi, anggota dewan pengganti pemimpin tertinggi Iran, untuk menyebarkan material tidak terverifikasi.
Konflik Iran vs AS-Israel tidak hanya terjadi di medan tempur, tetapi juga di dunia maya melalui perang informasi. Masyarakat diimbau untuk semakin kritis dan meningkatkan literasi digital agar tidak mudah terjebak oleh propaganda, hoax, dan disinformasi.