Beranda Internasional Gelombang Hoax Perang Iran vs AS-Israel: Dari Ancaman Jenderal Fiktif Hingga China-Rusia "Turun Gunung"

Gelombang Hoax Perang Iran vs AS-Israel: Dari Ancaman Jenderal Fiktif Hingga China-Rusia "Turun Gunung"

Banjir disinformasi dan hoax memenuhi lini media sosial, mulai dari ancaman terhadap Indonesia, video ledakan palsu hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI), hingga kabar tentang pasukan China dan Rusia yang disebut "turun gunung" membantu Iran secara militer.

0
Ilustrasi

Tujuan penyebaran hoax ini diduga untuk membuat kegaduhan, mendiskreditkan pemerintah, serta menekan opini publik agar Indonesia bersikap tertentu terhadap konflik.

China dan Rusia Belum "Turun Gunung"

Isu lain yang santer beredar adalah mengenai keterlibatan langsung China dan Rusia yang disebut akan mengirimkan bantuan militer atau "turun gunung" membela Iran.

Narasi ini menciptakan kesan seolah konflik telah berkembang menjadi perang besar antar-blok kekuatan global.

Faktanya, hingga saat ini tidak ada indikasi atau pernyataan resmi dari Moskow maupun Beijing mengenai pengiriman pasukan atau bantuan militer langsung ke Iran.

China dan Rusia memang mengecam keras serangan AS dan Israel.

Presiden Vladimir Putin menyebut pembunuhan Ayatollah Khamenei sebagai tindakan tidak bermoral, sementara Menlu China Wang Yi menegaskan bahwa kekuatan tidak bisa menyelesaikan masalah.

Namun, kecaman tersebut baru sebatas level diplomatik. Kedua negara lebih memilih jalur politik dengan meminta pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB dan menawarkan mediasi untuk mencari solusi damai.

"Rusia dan China belum menunjukkan tanda-tanda akan memberikan dukungan militer langsung kepada Iran," demikian analisis Kompas.com.

Meski Rusia memiliki perjanjian kemitraan strategis dengan Iran, pakta tersebut tidak mewajibkan Moskow untuk merespons secara militer ketika Iran diserang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here