Untuk sektor pertanian dan kedaulatan pangan, Kabinet Bayangan menunjuk Isnawati Hidayah. Bidang riset, teknologi, dan digital diamanatkan kepada Nenden Sekar Arum. Kesehatan dipegang oleh Irma Hidayana, sedangkan pendidikan dan kebudayaan menjadi wewenang Iman Zanatul Haeri.
Perlindungan lingkungan hidup dan perubahan iklim dipercayakan kepada Iqbal Damanik. Urusan hak perempuan dan kelompok marjinal diisi oleh Khoirunnisa Nur Agustyati. Bidang hukum dan kebijakan negara dijabat Yance Arizona, perekonomian oleh Media Wahyudi Askar, serta sosial dan layanan dasar oleh Nabiyla Risfa Izzati.
Para menteri dipilih dari 121 pendaftar yang mendaftar secara langsung, ditambah 102 nama yang diusulkan masyarakat sipil. Seleksi dilakukan oleh panel independen yang terdiri dari mantan Wakil Ketua KPK Erry Riyana Hardjapamekas, pakar hukum tata negara Bivitri Susanti, dan akademisi Zainal Arifin Mochtar.
Penilaian dilakukan berdasarkan enam kriteria, yakni integritas, kompetensi, usia di bawah 50 tahun, sikap kritis, keberpihakan kepada rakyat, serta tidak berafiliasi dengan partai politik.
Dalam hari pertama kerjanya, Kabinet Bayangan menyoroti sejumlah program pemerintah. Menteri Pertanian dan Kedaulatan Pangan Isnawati Hidayah mengkritik program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, hingga Food Estate. Ia menilai program-program tersebut menimbulkan persoalan baru dan perlu dievaluasi berbasis bukti.