CARAPANDANG - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi periode 2019-2024 Nadiem Anwar Makarim mengaku bersyukur statusnya dialihkan menjadi tahanan rumah sejak Selasa (12/5).
Pasalnya dengan menjadi tahanan rumah, dia mengatakan bisa mendapatkan perawatan di lingkungan yang steril usai menjalani tindakan operasi.
"Saya bersyukur hakim bisa bertindak manusiawi memperbolehkan saya bersama keluarga saya selama masa perawatan," ujar Nadiem saat ditemui sebelum sidang tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu.
Saat kembali ke rumah setelah menjalani masa tahanan di rumah tahanan negara (rutan), dirinya mendapatkan perasaan yang senang bercampur sedih sehingga tidak bisa menjelaskan perasaan pastinya.
Apalagi, kata dia, saat kembali bertemu dengan anak-anaknya di rumah. Bahkan, anak bungsunya yang baru berumur satu tahun pun sempat menangis saat ditinggal Nadiem kembali ke pengadilan untuk menjalani persidangan.
Usai sidang tuntutan, ia menuturkan akan langsung menjalani tindakan operasi pada malam harinya agar penyakitnya tidak berdampak ke mana-mana.
"In sudah operasi keempat atau kelima kalau tidak salah. Jadi harus ditangani segera, kalau tidak, risikonya cukup berat," ungkap dia.
Nadiem merupakan terdakwa dalam kasus dugaan korupsi program digitalisasi pendidikan berupa pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) di lingkungan Kemendikbudristek tahun 2019–2022.