Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengatakan pengerahan ribuan personel Indonesia ke Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) untuk Jalur Gaza, Palestina, akan dilakukan secara bertahap
Indonesia disebut bakal menjadi salah satu negara pertama yang akan mengirimkan pasukan ke Gaza untuk misi perdamaian dan stabilisasi. Ada sekitar 8.000 personel pasukan yang sudah disiapkan.
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menegaskan komitmen Indonesia untuk berperan aktif dalam upaya perdamaian dan kemanusiaan, termasuk rekonstruksi dan pemulihan Gaza.
Italia tidak akan bergabung ke Dewan Perdamaian (Board of Peace) gagasan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, kata Menteri Luar Negeri Antonio Tajani.
Saat ditanya apakah sudah ditentukan lokasi penempatan pasukan, Mensesneg menjawab bahwa hingga kini Indonesia masih menunggu kesepakatan dari pihak-pihak yang terlibat perundingan.
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, menegaskan bahwa rekam jejak Trump dalam isu Palestina justru menunjukkan kegagalan dalam mewujudkan perdamaian yang adil dan bermartabat.
Sugiono mengatakan bahwa dana tersebut akan digunakan untuk keperluan rekonstruksi Jalur Gaza yang dua tahun belakangan diporak-porandakan penjajah Israel.
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menyampaikan bahwa keikutsertaan Indonesia di Dewan Perdamaian Gaza gagasan Presiden Amerika Serikat Donald Trump merupakan bukti diakuinya peran Indonesia untuk mewujudkan perdamaian di Palestina.
Prof Sudarnoto Abdul Hakim menilai skeptis keberadaan Dewan Perdamaian, yang diklaim Trump sebagai mekanisme untuk mengawasi rekonstruksi Jalur Gaza pascaperang.